12 Cara Atasi Sakit Kepala Tanpa Obat

 yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia yaitu kondisi terdapatnya rasa sakit di ke 12 Cara Atasi Sakit Kepala Tanpa Obat
Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia yaitu kondisi terdapatnya rasa sakit di kepala, kadang di leher bab belakang leher atau punggung bab atas. Gangguan sakit kepala sekilas memang terlihat sebagai suatu dilema yang sepele, namun kondisi ini sanggup sangat mengganggu aktivitas.

Ada banyak cara untuk mengatasi serangan sakit kepala, salah satunya dengan minum obat pereda nyeri. Namun ada pula beberapa cara alternatif yang sanggup Anda gunakan untuk mengusir penderitaan akhir sakit kepala:

1. Biofeedback

Ini yaitu suatu metode memakai sensor elektronik untuk memonitor fungsi badan menyerupai dilema ketegangan otot, suhu kulit, detak jantung, dan tekanan darah. Keterangan kondisi pasien biasanya akan terlihat melalui bunyi atau gambar di komputer. Studi menunjukkan, biofeedback sangat efektif untuk mengatasi migrain dan ketegangan di kepala. Sebuah analisis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Headache memperlihatkan terapi perilaku, menyerupai biofeedback, lebih ekonomis biaya dibandingkan pinjaman resep obat.

2. Akupunktur

Dalam metode akupunktur, jarum tipis dimasukkan ke bawah lapisan kulit untuk menyetel kembali pemikiran energi, atau qi, di dalam tubuh. Sebuah analisis oleh para jago yang dikenal sebagai Cochrane review menemukan,  akupunktur sanggup membantu mencegah migrain akut dengan lebih sedikit imbas samping. Bukti juga memperlihatkan bahwa akupunktur sanggup membantu orang dengan sakit kepala kronis

3. Pijat

Untuk pertolongan sementara sakit kepala, Anda sanggup mencoba untuk menggosok pelipis atauleher, punggung, kepala, atau bahu. "Anda akan merasa lebih baik sementara waktu, tapi kemudian Anda harus melakukannya lagi," kata Salwa H. Hanna, MD,  pemilik dan eksekutif medis dari Headache Clinic of Denver. Dalam sebuah penelitian kecil, penderita migren yang mendapatkansesi pijat selama enam minggu, frekuensi migrainnya cenderung berkurang dan mendapat kualitas tidur lebih baik.

4. Peregangan

Lakukan peregangan untuk mengurangi otot tegang yang memberi bantuan terhadap nyeri. Cobalah tiga gerakan ini :  gerakan leher (dagu ke depan, ke atas, dan ke samping kiri dan kanan); gerakan pundak (gerakan pundak ke atas, putar pundak ke depan dan belakang); dan leher isometrik (tangan menekan pada setiap sisi kepala). Lakukan peregangan dua kali sehari selama 20 menit per sesi. Tahan peregangan selama lima detik, relaks selama lima detik, dan ulangi setiap peregangan tiga hingga lima kali.

5. Aerobik

Latihan aerobik yang teratur, menyerupai jalan cepat, bersepeda, atau berenang, sanggup mengurangi intensitas dan frekuensi migrain, berdasarkan National Pain Foundation. Sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan dalam jurnal Headache terhadap pasien migrain yang melaksanakan senam teratur selama 12-minggu dengan bersepeda di dalam ruangan menunjukkan, ada peningkatan kualitas hidup dan berkurangnya angka bencana migrain, serta intensitas nyeri.

6. Meditasi

Berbagai teknik meditasi sanggup dipakai untuk memfokuskan perhatian dan menenangkan pikiran dari gangguan menyerupai nyeri kronis. Pada titik ini, ada sedikit data ihwal imbas dari meditasi pada migrain. Para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine, di Baltimore, yang terlibat dalam percobaan klinis mencoba memilih apakah Vipassana - teknik meditasi kuno India yang berfokus pada pikiran - sanggup mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Sebuah riset kecil pada penderita migrain menemukan bahwa meditasi spiritual mengurangi frekuensi sakit kepala dan toleransi nyeri yang lebih baik ketimbang meditasi sekuler dan relaksasi otot.

7.  Yoga

Sebuah penelitian kecil mengenai sakit kepala melibatkan dua kelompok pasien migrain secara acak yang ditugaskan melaksanakan terapi yoga selama tiga bulan. Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok kontrol, penerima yoga lebih sedikit mengalami serangan sakit kepala.

8. Latihan relaksasi

Menarik napas panjang, santai mendengarkan musik atau memakai pencitraan mental, sanggup membantu orang rileks dan mungkin terhindar dari sakit kepala. Temuan ini perlu penelitian lebih lanjut.

Namun, sebuah penelitian terhadap 90 penderita sakit kepala menemukan bahwa training relaksasi sanggup meningkatkan kualitas tidur lebih baik ketimbang akupunktur.

9. Terapi panas dan dingin

Siapapun sanggup memakai terapi ini. Bahkan, tidak ada risiko bagi perempuan hamil dengan sakit kepala. Untuk mengurangi rasa tegang di leher, Anda sanggup memperlihatkan sensasi panas ke bab belakang leher. Untuk sakit kepala, Anda juga sanggup menempelkan es ke tempat pelipis.

Menurut klarifikasi Edmund Messina, MD, dokter yang berpraktik di Michigan Headache Clinic, pembuluh arteri yang menyuplai darah ke dura (lapisan otak) letaknya di belakang lapisan tulang tipis di tempat pelipis. "Dura akan meradang pada ketika Anda mengalami  migraine. Menurunkan suhu pada pembuluh darah yang melewati  area tersebut diyakini sanggup meredakan rasa sakit yang timbul," ujarnya.

10. Batasi nitrat dan nitrit

Para jago menganjurkan untuk menghindari zat-zat yang sanggup merangsang sakit kepala, termasuk nitrit dan nitrat dalam daging olahan dan monosodium glutamat (MSG) yang dipakai dalam makanan sebagai penambah rasa. Beberapa obat jantung juga mengandung nitrat.

Sementara itu, kafein, alkohol, phenylethylamine (yang ditemukan dalam coklat dan keju), tiramin (ditemukan dalam kacang-kacangan dan daging fermentasi, keju, dan kedelai), dan aspartam (pemanis buatan dalam makanan banyak) yaitu sebagian pemicu dari sakit kepala.

11. Stimulasi transkranial magnetik

Sebuah penelitian gres menemukan, ketika pasien diberik stimulasi magnetik transkranial pada otaknya, mereka mendapat pertolongan lebih baik dalam mengatasi dilema sakit kepala ketimbang mereka yang diobati dengan plasebo. Terapi yang bersifat noninvasif ini berlangsung selama satu atau dua jam dan dilakukan di suatu klinik khusus.

Terapi dilakukan dengan cara menempatkan koil elektromagnetik ke bersahabat kepala untuk mengirimkan sinyal atau gelombang. Namun demikian, stimulasi magnetik transkranial masih dianggap sebagai terapi eksperimental untuk mengobati migrain.

12. Elektroda implan

Problem sakit kepala kambuhan di masa depan mungkin akan terselesaikan dengan penggunaan elektroda yang ditanam di leher atau otak untuk meredakan nyeri.

Salah satu jenis terapi yang disebut stimulasi saraf oksipital, muncul sebagai pengobatan menjanjikan dalam pengobatan sakit kepala kluster dan migrain, meski terapi ini masih perlu dikaji melalui studi berskala besar. Dalam perawatan ini, elektroda ditanamkan di dasar tengkorak, bersahabat saraf oksipital.

Post a Comment

0 Comments